Categories : Olah data statistik

 

Misalkan Anda sedang melakukan sebuah penelitian mengenai sekolah online terbaik di Indonesia dan untuk keperluan itu memerlukan sebuah instrumen penelitian yang akan dijadikan sebagai alat ukurnya. Sebelum instrumen penelitian ini digunakan pada penelitian sesungguhnya, maka dilakukan terlebih dahulu uji instrumen. Satu cara yang sering digunakan untuk uji instrumen ini adalah uji validitas. Uji validitas ini dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen yang dibuat sudah tepat dan sesuai dengan penelitian yang kita lakukan.

Pada postingan sebelumnya, telah kita bahas mengenai pengertian validitas dan reliabilitas. Supaya bisa lebih jelas dan mengerti, berikut akan saya bahas bagaimana cara mudah menghitung validitas dengan software yang sudah populer yaitu Microsoft Excel (Excel). Sebelumnya, kita perlu terlebih dahulu menyamakan beberapa asumsi mengenai rumus-rumus yang digunakan dalam perhitungan validitas.

Instrumen penelitian memiliki format dan bentuk yang beraneka ragam. Pada contoh yang kita bahas, instrumen yang digunakan diasumsikan menggunakan angket dengan tipe data ordinal dengan skala 1 sampai 5. Angket instrumen model seperti ini biasanya sering digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data responden berupa pertanyaan skala sikap.

Perhitungan validitas dari sebuah instrumen dapat menggunakan rumus korelasi product moment atau dikenal juga dengan korelasi pearson. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut :

Korelasi Pearsondengan keterangan :

rxy  = koefisien korelasi
n      = jumlah responden uji coba
X      = skor tiap item
Y     = skor seluruh item responden uji coba

Kemudian, untuk menguji signifikan hasil korelasi kita gunakan uji-t. Adapun kriteria untuk menentukan signifikan dengan membandingkan nilai t-hitung dan t-tabel. Jika t-hitung > t-tabel, maka dapat kita simpulkan bahwa butir item tersebut valid. Rumus mencari t-hitung yang digunakan adalah :

t-hitung

Jadi butir item soal instrumen ini dapat kita gunakan pada penelitian.

Perhitungan validitas dan uji-t menggunakan software MS Excel dapat dilakukan dengan cara yang mudah. Adapun langkah-langkahnya dapat kita lakukan sebagai berikut :

  • Input data hasil angket instrumen dalam worksheet (lembar kerja)
  • Pada kolom paling kanan, jumlahkan skor setiap responden dengan menggunakan fungsi yang ada di excel, menggunakan syntax/perintah [=sum(range cell)].
    Range cell diisi dengan rentang sel mulai dari item soal pertama sampai dengan item soal terakhir instrumen angket.
  • Pada baris paling bawah, untuk setiap kolom item butir soal kita hitung nilai korelasi pearson dengan fungsi excel yang memiliki syntax [=pearson(array cell1; array cell2)].
    Array cell1 berisikan rentang sel item soal yang akan dihitung dan array cell2 berisikan rentang sel jumlah skor sebagaimana yang telah dihitung sebelumnya.
  • Pada baris setelah korelasi pearson, cari nilai t-hitung dengan mendefinisikan sebuah fungsi di excel hasil interpretasi terhadap rumus t, syntax-nya dapat dituliskan sebagai [=SQRT(n-2)*rxy/SQRT(1-rxy^2)].
    nilai n diisi dengan jumlah responden instrumen angket dan nilai rxy diisi dengan nilai korelasi yang telah dihitung pada baris sebelumnya.
  • Nilai t-tabel dapat kita hitung menggunakan fungsi excel dengan menuliskan syntax [=tinv(probability;degree of freedom)].
    Probability diisi dengan taraf signifikansi yang kita inginkan, misalnya jika kita menggunakan alpha=0,05 dengan dua arah, dan degree of freedom diisi dengan derajat kebebasan yang nilainya = n-2.
  • Penentuan signifikansi validitas dapat menggunakan perintah yang kita tulis pada baris dibawah perhitungan t-hitung yaitu [=IF(p>q;”valid”;”tdk valid”)].
    p berisikan nilai t-hitung dan q nilai t-tabel.
  • Sebagai pelengkap jika kita ingin menghitung berapa jumlah item yang valid, kita gunakan rumus dengan perintah [=COUNTIF(range cell3;”valid”)].
    Range cell3 diisi dengan rentang cell yang berisikan hasil penentuan signifikansi validitas yang dihitung pada baris sebelumnya.

Contoh perhitungan menggunakan Excel ini dapat juga anda pelajari secara langsung dengan mendownload file validitas pada halaman ini.

Demikian perhitungan mudah validitas dengan Excel untuk keperluan uji instrumen atau uji asumsi penelitian. Tanpa perlu alat software khusus, kita dapat menghitungnya dan mendapatkan hasil dengan cepat. Kelebihan dari metode perhitungan validitas dengan excel ini adalah kepraktisannya dalam melakukan perubahan data item instrumen angket.

Jika Anda masih mengalami kesulitan dalam prakteknya, silakan hubungi kami untuk penjelasan lebih lanjut. Semoga Anda tidak mengalami kesulitan lagi dalam menghitung validitas.
Salam sukses untuk Anda!

 

Spread the Word, like or share this page, your friends will also love it and thanks for it.

About

30 Responses to “Cara Mudah Menghitung Validitas dengan Excel”
Read them below or add one

  1. wah…telat. aku sudah wisuda duluan…hehehe

  2. makasih…berguna bgt….

    1. sama-sama… semoga masalah-nya bisa terselesaikan dengan baik… 🙂

  3. gimana nih aku belum ngerti2…

    1. bagian yang mana-nya ya? silakan saja sampaikan masalahnya, semoga bisa kita bantu… 🙂

  4. gan, mo nanya andaikata ada 16 item pertanyaan kuesioner dan ternyata ada 4 item yang tidak valid, apakah penelitian tetap bisa dilanjutkan ke uji reliabilitas dengan menggunakan 12 item pertanyaan yang dinyatakan valid aja ato gimana?

    1. Bisa ya bisa tidak. Ya, jika 12 item pertanyaan yang valid sudah mewakili semua indikator/aspek penelitian. Tidak, jika pertanyaan belum mewakili semua indikator/aspek penelitian dan idealnya harus dilakukan perbaikan item dan pengambilan ulang data untuk uji instrumen… semoga menjadi lebih jelas…

  5. sy ga ngerti bnyk rms ttg validitas,,jd dikatakan valid jka koef valid (rxy) > 0,3 tp ada lagi jika r hitung > r tabel bru valid,,jd pke yg mna ya,,,
    utk reliabilitas,,titik kritisnya brp ya
    trus klo kuesioner tttg pgetahuan dan sikap itu rmsnya bda or sama…

  6. gan,,mau tanya,,apakah setiap penelitian korelasi harus du uji validitas n reliabilitasnya,,,kalo ia bisa minta contohnya ngak…soalnya cuma liat rumus tanpa contoh agak susah…Trima Kasih..

  7. pitat haeng says :

    trim tulisannya dan contoh-contohnya

    1. sama-sama. semoga terbantu pengerjaan tugasnya…

  8. apakah data kuesioner variabel y tidak mempengaruhi nilai uji t? karena di link file validitas tidak memuat nilai variabel y. mohon informasinya

    1. nilai uji t dipengaruhi oleh jumlah responden/sampel dan nilai korelasi butir soal/item yang dihitung dari skor item dan y. jadi tentunya y pun berpengaruh secara tidak langsung terhadap hasil uji t… demikian semoga membantu lebih jelas …

  9. gan, ak masih bingung nih cara hitung t table? rumasnya apa? makasih bgt y

  10. mas, aku bingung nih nyari sama rumusnya. kan aku disuruh nyari validitas butir 2 aja. datanya ada 20 butir.
    nah itu X sama Y Yg mana to?

    1. validitas sebuah butir dihitung dengan mencari nilai korelasi antara variabel (kolom) butir (misalnya butir 2) atau X dengan variabel jumlah skor responden (Y). Kemudian nilai korelasi ini dapat diuji dengan uji t untuk menentukan ke-validan-nya… Seperti itu kah yang dimaksud?!

  11. Terimaksih banyak…
    sangat membantu kami

    1. Sama-sama… semoga lancar tugasnya…

  12. thx untuk langkah-langkahnya. klau mo hitung uji normalitas gimana ya

  13. Artikel Teknik says :

    Bermanfaat , bisa untuk survey yah bang ?

  14. harus 30 responden ga untuk uji validitas dan reliabilitas?

    1. Sebetulnya jumlah responden tidak harus selalu 30 sampel, kurang dari itu juga bisa. Sebagai pertimbangan memang sampel yang lebih banyak bisa lebih mencerminkan karakteristik objek penelitian…

  15. bagaimana cara menghitung pada tabel nilai variabel yg d dpt melalui angket ?

    1. Maksudnya menghitung apa ya?…

  16. Min mau tanya.metode Pearson tuh hanya untuk dada yang parametrik? kalo non parametrik bisa?

  17. glek. pusingnya….
    eniwey, thanks alot.
    🙂

  18. agus riyadi says :

    termksh banyk… moga makin bermanfaat…

  19. Jian Septian says :

    gan, kalo uji validitas, apakah hanya pertanyaan tertutup saja? apakah hanya data ordinal saja? saya membuat kuisioner tetapi selalui tidak valid…

    thx gan,,,

  20. Thank bung atas sharenya
    ini membantu dalam penulisan tesis saya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.